SuaraSumbar.id - Tim Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Pertanian, memantau produksi padi biofortifikasi di Lampung.
Monitoring ini dilakukan, karena percepatan produksi padi biofortifikasi merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin.
“Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin menaruh perhatian besar pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dan salah satu untuk mencapainya, pengembangan padi bifortifikasi,” jelas Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma, di sela-sela kunjungan kerja di Lampung, Sabtu 25 September 2021.
Pada 2020, Bappenas menetapkan penanaman padi bifortifikasi masuk dalam program prioritas RPJMN 2020-2024. Pengembangan varietas padi yang memiliki kandungan sumber mineral atau zinc (Zn) tersebut, merupakan terobosan dalam penanggulangan kekerdilan (stunting) di Indonesia.
Dengan kandungan zinc mencapai 34,51 ppm dan rata-rata 29,54 ppm, padi bifortifikasi diklaim bisa mengoptimalkan pertumbuhan tinggi dan berat anak.
Pengembangan budidaya padi bifortifikasi atau Inpari IR Nutri zinc, telah dilakukan sejak 2020 di beberapa daerah yang memiliki prevalensi balita stunting tinggi. Tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian manargetkan, pengembangan padi bifortifikasi 46 hektare di 26 Provinsi.
“Khusus di Provinsi Lampung, pengembangan padi nutri zinc ditargetkan sebesar 46 hektare. Diantaranya tersebar di Kecamatan Kota Agung Timur, Kota Agung Barat, Pematang Sawah, dan Semangka,” terang Panutan.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting Indonesia sebesar 27,67 persen.
Angka itu masih di atas standar WHO, bahwa prevalensi stunting di suatu negara tidak boleh melebihi 20 persen. Program akselerasi penurunan stunting menjadi salah satu program priotitas pemerintah di sektor kesehatan, dengan target mencapai 14 persen pada 2024.
Baca Juga: Mentan Antusias Hadiri Panen Padi Varietas Unggul di Kalbar
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla