SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah tidak menampik adanya indikasi warga Sumbar membawa kasus Covid-19 ke wilayah Riau. Sebaliknya, warga dari Riau pun diyakini membawa kasus yang ke Ranah Minang.
Hal itu dinyatakan Mahyeldi menjawab pernyataan Gubernur Riau, Syamsuar yang menduga peningkatan kasus Covid-19 di daerahnya dalam beberapa hari terakhir meningkat lantaran pendatang dari Sumbar dan Sumatera Utara.
“Itu mungkin saja, karena memang masyarakat dari Sumbar ke Riau juga banyak, dari Riau ke Padang juga banyak. Saya kira itu mungkin saling bertukarlah. Masing-masing akan membawa (Covid-19),” kata Mahyeldi, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Kamis (12/8/2021).
Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.
Baca Juga: Penyekatan Jalan di Perbatasan Riau Kembali Diberlakukan
Tak hanya itu, Mahyeldi juga mengatakan bahwa dirinya melakukan diskusi dengan beberapa ahli Universitas Indonesia.
“Ahli tersebut menyampaikan tentang penyebaran antar pulau. Ini juga sekarang ini berjalan. Menurut pemahamaman yang disampaikan oleh ahli kesehatan, cara yang terbaik yang dilakukan bagaimana taat dengan prokes sehingga mencegah dari hulunya,” jelasnya.
Pada Februari presiden mengingatkan, ada dua yang harus diperhatikan. Yakni roda kesehatan dengan taat kepada prokes, kedua roda perekonomian.
“Keduanya harus berjalan beriringan sehingga ekonomi juga bergerak, kemudian prokes juga dimaksimalkan,” bebernya.
Baca Juga: Gubernur Sumbar Ungkap Penyebab Kota Padang Masih Terapkan PPKM Level 4
Berita Terkait
-
Andre Rosiade Desak Polisi Terkait Tewasnya Warga Sumbar di Jakarta: Rahmat Vaisandri Harus Dapat Keadilan!
-
Berapa UMP Sumbar 2025? Kenaikannya Tak Sampai Rp 200 Ribu!
-
Adu Kekayaan Vasko Ruseimy dan Ekos Albar, 2 Cawagub Sumbar Warga Jakarta dan Tak Memilih di Pilgub Sumbar 2024!
-
Beda Kekayaan Mahyeldi vs Epyardi Asda Bak Bumi dan Langit, Siapa Calon Gubernur Sumbar 2024 Paling Tajir?
-
KPU Warning Cagub Sumbar yang Berstatus Kepala Daerah: Wajib Cuti Pilkada 2024, Jangan Pakai Fasilitas Negara!
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
8 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, 3 Tewas!
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!