SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyebut sekolah swasta harus menargetkan siswa dari keluarga-keluarga yang melek pendidikan dan mapan secara ekonomi.
"Salah satu cara untuk bisa menarik perhatian dari keluarga mapan ini adalah dengan menawarkan keunggulan secara kualitas dan jaminan bahwa lulusannya nanti bisa lebih baik daripada tamatan sekolah negeri," katanya di Padang Panjang, Selasa (6/7/2021).
Menurutnya, jaminan yang bisa diberikan sekolah swasta itu misalnya setamat sekolah siswanya memiliki hafalan Al Quran sekian juz, atau dijamin bacaan shalatnya bagus atau bisa juga menjamin penguasaan kemampuan bahasa asing.
"Dengan keunggulan dan jaminan itu diyakini akan banyak masyarakat yang mapan secara ekonomi tertarik menyekolahkan anaknya di sekolah swasta," katanya.
Mahyeldi mengatakan, sekolah swasta memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas hingga lebih baik dari sekolah pemerintah karena bisa mengumpulkan uang penunjang pendidikan lebih banyak berdasarkan kesepakatan bersama orang tua siswa.
Ia meyakini besarnya biaya pendidikan di sekolah swasta akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang bisa diberikan.
"Peluang inilah yang harus diambil oleh sekolah-sekolah swasta," ujarnya.
Sebelumnya, ada konsep sekolah swasta untuk siswa yang kurang mampu. Secara konsep sangat baik. Namun ternyata pada akhirnya sekolah-sekolah tersebut tetap bergantung kepada pemerintah.
Pola itu harus diubah. Sekolah swasta targetnya bukan lagi orang tidak mampu, tetapi orang yang mampu secara ekonomi dan memiliki perhatian yang lebih bagi pendidikan anak-anaknya.
Baca Juga: Zona Hijau Covid-19 di Sumbar Bisa Salat Idul Adha Berjamaah
Mahyeldi memprediksi ada sekitar 30 persen masyarakat Sumbar yang memenuhi syarat itu.
Sementara untuk siswa kurang mampu, bisa menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak di sekolah-sekolah negeri.
Selain keunggulan dari segi kualitas Mahyeldi juga meminta pihak yayasan sekolah swasta untuk memikirkan jaminan hidup bagi guru-guru yang mengajar.
Berdasarkan pengalamannya di dunia pendidikan, perasaan guru dan kenyamanan sangat penting untuk menjaga kualitasnya saat mengajar.
"Kepastian dalam pendapatan akan memberikan rasa nyaman bagi guru-guru dan mereka bisa full dalam memberikan pembelajaran sehingga kualitas anak-anak yang lulus dari sekolah tersebut pun bisa terjamin," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan setiap tahun harus ada evaluasi dari pembelajaran di sekolah yang dijadikan dasar untuk perbaikan kualitas pada tahun berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia
-
BRI Perkuat Dukungan untuk Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026
-
Permudah Kelola Payroll Perusahaan, Gunakan Qlola by BRI dengan Sistem Terintegrasi
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat