SuaraSumbar.id - Seniman menjadi kelompok yang kerap termarjinalkan dalam pembangunan daerah. Padahal, seniman juga punya potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah.
Tidak ada ruang kreativitas yang harmonis bagi pelaku seni di kota Solok. Tidak ada panggung yang representatif bagi musisi atau hanya sekedar memajang lukisan hasil goresan tangan.
Hal tersebut mencuat dalam reses masa sidang II anggota DPRD, Leo Murphy bersama puluhan pelaku seni daerah kota Solok, Jumat (21/5/2021) malam.
"Selama ini kami merasa terabaikan oleh pemerintah daerah. Bisa dikatakan belum ada perhatian serius dari pemangku kebijakan untuk kalangan Seniman," kata Joko Bassist, dilansir dari klikpositif.com--jaringan suara.com, Minggu (23/5/2021).
Jika berkaca dari daerah lain, kata Joko, seniman mendapat perhatian besar. Bahkan, kalangan seniman diberikan ruang khusus untuk memajukan pariwisata daerah.
"Sebenarnya hanya soal keseriusan dan kepercayaan terhadap potensi daerah, kita sangat yakin, seniman kota Solok tidak kalah dibanding dengan daerah lain," paparnya.
Hal senada disampaikan Wanda Sonic. Ia mengaku, dalam momen-momen besar daerah, pemerintah sangat jarang melibatkan kalangan Seniman. Seperi pada ulang tahun kota Solok.
"Pemerintah daerah seolah hanya terpakai dengan kegiatan yang biasa dan itu ke itu saja, padahal banyak yang bisa dikembangkan dengan melibatkan para Seniman," katanya.
Leo Murphy mengatakan, Pemerintah Daerah sejatinya menjadi tumpuan bagi generasi muda termasuk Seniman untuk bisa mengekspresikan diri.
Baca Juga: 4 Pendaki Hilang di Gunung Gamalama, Tim Penyelamat Turun Tangan
"Memang sangat kita sayangkan, belum ada ruang dan media khusus yang difasilitasi Pemerintah Daerah untuk sahabat-sahabat kita yang konsen di bidang seni," papar Leo.
Seni dan budaya sejatinya menjadi nafas masyarakat Minang. Seni mendapat ruang khusus ditengah kehidupan, tidak hanya yang berbau tradisi namun juga yang berkembang seiring kemajuan zaman.
"Ini perlu jadi perhatian Pemerintah Daerah, dan kita akan perjuangkan ke Dinas terkait. Seniman harus punya media dan ruang untuk mengekspresikan diri dan melahirkan karya dan musisi bermartabat untuk kota Solok hebat," tukasnya.
Berita Terkait
-
Panggung Kahanan, Ruang Ekspresi Seniman Jateng di Masa Pandemi
-
Vaksinasi Covid-19 untuk Seniman dan Budayawan
-
Under the Same Sun, Mural Lintas Negara Seniman Indonesia dan Singapura
-
Kisah Remaja 13 Tahun Jago Menato, Jadi Salah Satu Seniman Tato Termuda
-
Peduli Lingkungan, Seniman Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Lukisan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia