SuaraSumbar.id - Korban tewas dalam kecelakaan bus Transport Express (Pastra) di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, berjumlah dua orang. Sedangkan korban luka-luka mencapai 35 orang.
Sebelumnya, bus pembawa rombongan yang akan menghadiri pesta pernikahan itu terperosok ke dalam sawah di kawasan Marambuang Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Rabu (19/5/2021) pagi.
Korban meninggal dunia bernama Damris (45) asal Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Korban ini meninggal dunia karena lehernya terkena pecahan kaca bus.
Korban meninggal kedua bernama Siti Aina (51) asal Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.
"Meninggal 2 orang, luka berat 3 orang, luka ringan 32 orang dan selamat 4 orang," terang Kasat Lantas Polres Pasaman Iptu Saherman, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Rabu (19/5/2021).
Saat ini, para penumpang yang mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas Simpati 17 orang, Puskesmas Bonjol 8 orang dan RSUD Lubuk Sikaping 10 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia