SuaraSumbar.id - Seorang warga Pasaman Barat, Sumatera Barat diduga diseret buaya di Sungai Batang Sikerbau, Minggu (17/1/2021).
Korban diketahui bernama Rusdi (40) warga Kampung Joring, Jorong koto Sawah, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat.
Hingga kini warga masih mencari keberadaan korban yang diseret buaya tersebut.
Salah seorang warga setempat, Wafriman Matondang mengatakan seekor Buaya tersebut menyeret (gigit) korban yang tengah berwudu di Sungai Batang Sikerbau arah Divisi 4 PT BPP.
"Korban diseret buaya itu ke dalam sungai saat tengah berwudu untuk salat zhuhur sekitar pukul 13.00 WIB tadi," terang Wafriman Matondang, kepada Covesia.com-- jaringan Suara.com, Minggu (17/1/2021).
Saat ini kata dia masyarakat setempat bersama-sama mulai turun ke sekitar Sungai Batang Sikerbau untuk melakukan pencarian terhadap korban.
"Semoga korban bisa ditemukan secepatnya dalam keadaan selamat," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM