SuaraSumbar.id - Sebanyak 36.920 dosis vaksin Sinovac telah berada di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah menargetkan vaksinasi tahap I ditarget selesai Februari 2021.
"Prioritas paling utama tenaga kesehatan dan pendukung, cleaning servis rumah sakit. Kedua, tenaga yang bekerja sebagai pelayan publik seperti TNI, Polri, Satpol PP. Kemudian masyarakat usia 18-54 tahun," kata Kepala Dinkes Sumbar, Arry Yuswandi, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Selasa (5/1/2021).
Menurut Arry, alasan utama tenaga kesehatan diutamakan karena mereka orang-orang yang paling berisiko terpapar Covid-19. Vaksin Sinovac ini dosisnya 2 kali suntikan.
"Nakes di Sumbar sekitar 27 ribuan yang terdaftar. Yang pernah positif tidak masuk sasaran vaksinasi karena mereka sudah punya imunitas," bebernya.
Meski vaksin sudah ada, dia meminta petugas dan masyarakat tetap komit menjalankan protokol kesehatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan