- Empat pria bersenjata api mencoba merampok uang Rp90 juta milik pemilik toko di Agam pada Senin malam.
- Korban melawan dan menyelamatkan uangnya meski mengalami luka tembak di kaki akibat serangan para pelaku.
- Polisi telah menangkap satu terduga pelaku dan kini memburu tiga buronan lainnya yang masih buron.
SuaraSumbar.id - Aksi percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) menggunakan senjata api terjadi di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Empat pria diduga terlibat dalam upaya perampasan uang senilai Rp90 juta milik dua korban yang merupakan pemilik toko pada Senin (19/10/2026) malam.
Dalam kejadian tersebut, para pelaku diduga mengancam korban dan melepaskan tembakan ke arah kaki salah satu korban.
Meski mengalami luka tembak dan luka di sejumlah bagian tubuh, korban berhasil menyelamatkan uang yang dibawanya sehingga aksi perampasan tersebut gagal.
Dalam kasus ini, Polisi mengamankan satu orang diduga pelaku. Sementara tiga orang lainnya masih dalam pengejaran dan penyelidikan.
Kronologi Percobaan Perampokan
Kasatreskrim Polresta Bukittinggi, AKP Wiko Satria Afdal, mengatakan peristiwa berawal ketika pemilik toko hendak menutup tempat usahanya.
Tiba-tiba empat empat pria tak dikenal datang menggunakan dua kendaraan berbeda. Satu orang mengendarai sepeda motor, sedangkan tiga orang lainnya menggunakan mobil.
"Saat korban hendak menutup toko, kendaraan para pelaku datang dan langsung mengancam korban serta menembakkan senjata api ke arah kaki korban, korban berupaya membela diri serta menyelamatkan diri," kata Wiko, melansir Antara, Selasa (20/10/2026).
Dalam situasi tersebut, korban berusaha mempertahankan diri sekaligus menyelamatkan uang tunai yang dibawanya. Upaya itu membuat uang sebesar Rp90 juta berhasil diamankan dan tidak dibawa kabur oleh para pelaku.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak pada kaki serta luka di beberapa bagian tubuh.
"Saat ini korban sudah mulai dapat berinteraksi dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujarnya.
"Kami saat ini masih terus melakukan pengembangan, pendalaman, serta penyelidikan lebih lanjut terkait tiga orang tersangka lainnya yang diduga terlibat," kata Wiko.