"Jangan memasang jerat dengan alasan apapun, terutama mengunakan seling karena dapat menyebabkan putus kaki hewan yang terjerat. Bisa jadi yang dijerat bukan harimau, tetapi yang kena harimau atau hewan dilindungi lainnya," katanya.
Di lihat dari sosial budaya masyarakat Minangkabau sampai sekarang masih percaya bahwa harimau tersebut adalah "Inyiak", sehingga budaya berburu dan memasang jerat jarang ditemukan di Sumbar.
"Kasus memasang jerat pada masyarakat Sumbar tidak ditemukan serta harimau juga tidak menganggu aktivitas manusia," katanya.
"Harimau itu akan menyerang manusia jika kehidupannya diganggu, bahkan di Agam pada bulan Januari lalu kita evaluasi harimau yang sudah satu hari diperkampungan tidak menyerang manusia, hanya beberapa hewan ternak saja," katanya lagi.
Baca Juga:Pria Ini Tawarkan Wanita Muda ke Pria Hidung Belang, Endingnya Begini