- Sebanyak 2.600 manajer Koperasi Merah Putih di Indonesia belum mendapat kejelasan gaji dan kontrak kerja dari PT Agrinas Pangan Nusantara.
- Dimas, seorang manajer asal Sumatera Barat, menyampaikan tuntutan tersebut pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
- Para manajer mendesak pemerintah dan perusahaan segera memberikan transparansi terkait mekanisme penugasan, penggajian, serta saluran informasi resmi.
SuaraSumbar.id - Persoalan yang dihadapi para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) belum menemukan titik terang. Setelah sebelumnya muncul keluhan terkait penempatan kerja yang dinilai terlalu jauh, kini persoalan mengenai kepastian kontrak kerja dan penggajian turut menjadi perhatian.
Salah seorang manajer KDKMP di Sumatera Barat (Sumbar), Dimas, mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai penggajian dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Persoalan tersebut juga dialami sekitar 2.600 manajer lainnya yang telah dinyatakan lulus di seluruh Indonesia.
"Ada beberapa permasalahan yang kami rasakan saat ini. Termasuk 2.600 orang manajer lainnya yang sudah lulus se-Indonesia," katanya, Kamis (22/10/2026).
Dimas menjelaskan, Kementerian Koperasi sebelumnya telah menyampaikan bahwa gaji manajer KDKMP yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) akan dibayarkan pada Oktober 2026.
Namun, ia menyebutkan bahwa manajer yang masuk tahap kedua dan belum mendapatkan PKWT hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai penggajian.
"Sementara kami yang belum mendapatkan PKWT yang di tahap 2 belum ada kejelasan sampai saat ini," ujarnya.
Menurut Dimas, ketidakjelasan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status dan hak para manajer yang telah dinyatakan lulus, tetapi belum menerima dokumen perjanjian kerja.
Ia berharap PT Agrinas Pangan Nusantara maupun Kementerian Koperasi segera memberikan penjelasan mengenai mekanisme penggajian dan kepastian kontrak kerja bagi para manajer tersebut.
"Kami harap nanti ada kejelasan yang diberikan oleh pihak Agrinas Pangan Nusantara atau dari Kementerian," katanya.
Selain persoalan kontrak dan gaji, Dimas juga menyoroti penunjukan sejumlah orang sebagai manajer culture KDKMP yang disebut membawahi beberapa manajer di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, proses penunjukan tersebut belum diketahui secara jelas oleh para manajer KDKMP lainnya.
"Jadi ada beberapa yang ditunjuk langsung menjadi manajer culture yang membawahi beberapa manajer di Indonesia. Ini kami tidak mengetahui bagaimana penunjukkannya," tuturnya.
Ia berharap pemerintah dan PT Agrinas Pangan Nusantara dapat menjelaskan mekanisme serta dasar penunjukan tersebut agar tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan manajer maupun masyarakat.
Bagi Dimas, keterbukaan informasi diperlukan agar para manajer dapat memahami mekanisme penugasan dan mengetahui pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan program KDKMP.
Dimas berharap berbagai persoalan yang dialami para manajer KDKMP segera mendapatkan penyelesaian. Kepastian mengenai PKWT dan penggajian menjadi hal yang dinilai perlu segera dijawab oleh pihak terkait.
Berita Terkait
-
Gaji Habis sebelum Akhir Bulan: Saat Mandiri Finansial Jadi Tantangan Berat
-
Dilema Pekerja Hari Ini: Pilih Menganggur atau Tahan Overwork dengan Gaji Kecil?
-
Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Dibayar Lewat Bank, Bukan Kopdes
-
Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women
-
Menabung Kini Jadi Kemewahan Baru bagi Anak Muda Bergaji Pas-pasan, Setuju?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Nasib Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Belum Jelas, Desak Kepastian Gaji dan Kontrak
-
Penertiban Pasar Raya Berujung Ricuh, DPRD Padang Minta Pemko Evaluasi
-
Protes Relokasi, Pedagang Pasar Raya Padang Khawatir Kehilangan Pembeli
-
ISPA Tembus 601.396 Kasus di Sumbar, Kota Padang Tertinggi
-
Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada