- Ahli gizi Sara Prato dan Melanie Betz menyatakan bahwa konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi sehari aman dan menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.
- Senyawa antioksidan dalam kopi terbukti membantu meningkatkan volume urin guna mencegah pembentukan batu ginjal pada manusia.
- Konsumsi kafein berlebihan berisiko meningkatkan tekanan darah tinggi yang dapat merusak fungsi organ ginjal secara langsung.
“Kopi dapat membantu dengan meningkatkan volume urin, yang dapat mengencerkan dan membersihkan mineral pembentuk batu sebelum mineral tersebut memiliki kesempatan untuk membentuk kristal. Kafein juga dapat meningkatkan produksi urin, yang dapat berkontribusi pada efek perlindungan ini," katanya.
Secara umum, baik Betz maupun Prato merekomendasikan untuk tetap terhidrasi untuk mencegah batu ginjal. Kopi memberikan cairan yang membantu mengencerkan urin dan mengurangi risiko pembentukan semua jenis batu ginjal.
Di sisi lain, keduanya mengatakan diperlukannya kehati-hatian dalam mengonsumsi kopi karena kafein di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah.
Hipertensi pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit ginjal karena penyempitan pembuluh darah yang mengarah ke ginjal, menciptakan siklus yang mengganggu kemampuan untuk membuang limbah dengan benar dan karenanya meningkatkan tekanan darah karena kelebihan cairan.
Kopi berkafein dapat memengaruhi tekanan darah, tetapi hubungan antara asupan kafein dan hipertensi telah diperdebatkan. Beberapa penelitian menemukan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko hipertensi, tetapi penelitian lain menunjukkan sebaliknya.
Namun demikian, mereka yang sudah menderita hipertensi mungkin perlu berhati-hati saat menambahkan kafein ke dalam diet harian mereka.
“Lebih banyak kafein dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat langsung merusak ginjal,” kata Betz.
Ketika tekanan darah sudah tinggi atau mendekati batas tinggi, bahkan peningkatan terkecil pun dapat menjadi penyebab kekhawatiran.
“Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, sebaiknya batasi konsumsi kopi berkafein menjadi 1 hingga 2 cangkir per hari dan pantau tekanan darah anda, karena jumlah kafein yang lebih besar yang dikonsumsi sekaligus dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu,” kata Prato.
Berita Terkait
-
Megawati Sentil Kemenkes Soal BPJS: Saya yang Bikin, Kenapa Sekarang Dikutik-kutik?
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!
-
Bukan Mengosongkan Pikiran, Meditasi Ini Justru Mengajak Berdamai dengan Gejolak Batin
-
Promo Agustus di Warung Kopi Klotok, BRI Kasih Diskon Besar!
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI Raih Rekor MURI Melalui Kolaborasi Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Tanah Air
-
Suka Minum Kopi? Ini yang Perlu Diperhatikan demi Kesehatan Ginjal
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar