- Konsumsi karbohidrat olahan menyebabkan lonjakan gula darah dan pelepasan insulin berlebih yang memicu rasa lapar kembali muncul.
- Resistensi insulin membuat sel tubuh kekurangan energi, sehingga memicu sinyal lapar terus-menerus meski kadar gula darah tinggi.
- Pola makan sehat dengan serat dan protein serta hidrasi cukup dapat menjaga kestabilan gula darah dalam tubuh.
Kemudian, karbohidrat dikombinasikan dengan protein rendah lemak, seperti kecambah, telur, atau paneer dan lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian
“Kombinasi ini membantu memperlambat proses pencernaan dan pelepasan glukosa sehingga lonjakan maupun penurunan gula darah dapat diminimalkan,” tutur dia.
Mulailah makan dengan sayuran dan sumber protein terlebih dahulu. Karbohidrat sebaiknya dikonsumsi di bagian akhir makan.
Cara ini dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan dan menjaga kadar gula darah lebih stabil.
Kemudian, pastikan tubuh tetap terhidrasi. Sebab, dehidrasi ringan sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar.
Saat muncul keinginan untuk makan lagi tak lama setelah makan, cobalah minum segelas air terlebih dahulu. Bisa jadi tubuh sebenarnya hanya membutuhkan cairan.
Jika terus-menerus merasa lapar meskipun sudah makan dalam porsi besar, kondisi tersebut bisa mengarah pada polifagia (rasa lapar berlebihan) dan sebaiknya diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengetahui apakah fluktuasi gula darah atau resistensi insulin menjadi penyebab rasa lapar yang terus-menerus muncul setelah makan.
“Perlu lebih waspada jika rasa lapar tersebut disertai gejala seperti mudah lelah, berat badan naik atau turun secara tiba-tiba, sering buang air kecil,” imbuh dia.
Baca Juga: 5 Warung Kopi Legendaris di Padang, Surga Pecinta Kopi Tradisional yang Wajib Dicoba
Berita Terkait
-
Cara Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan yang Nonaktif, Ini Syarat dan Langkahnya
-
Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
-
Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat
-
Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI
-
Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol