- Istano Basa Pagaruyung dipadati wisatawan saat libur Lebaran 2026.
- Jumlah pengunjung capai 10 ribu orang dalam sehari.
- Wisatawan lokal dan mancanegara kagum budaya Minangkabau asli.
SuaraSumbar.id - Objek wisata Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Bara (Sumbar), dipadati wisatawan lokal hingga mancanegara selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lonjakan kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung ini menjadi sorotan, karena jumlah wisatawan disebut mencapai sekitar 10 ribu orang dalam satu hari.
Tingginya minat wisatawan ke Istano Basa Pagaruyung menunjukkan kuatnya daya tarik destinasi budaya unggulan di Sumbar.
Kawasan ini dikenal menawarkan kemegahan arsitektur rumah gadang serta menyimpan nilai sejarah penting dari Kerajaan Pagaruyung yang masih terjaga hingga kini.
Selain itu, keindahan alam di sekitar Istano Basa Pagaruyung turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berburu foto dengan latar bangunan ikonik Minangkabau tersebut.
Salah seorang wisatawan asal Batam, Dewi, mengaku baru pertama kali mengunjungi lokasi tersebut. Ia terkesan dengan kemegahan bangunan dan panorama alam yang ditawarkan.
"Istano Pagaruyung ini luar biasa, pemandangan juga indah. Apalagi berfoto dengan latar bangunan rumah gadang," kata Dewi, Selasa (24/3/2026).
Pengalaman serupa juga disampaikan wisatawan asal Taluk Kuantan, Riau. Ia sengaja mengenakan pakaian adat Minangkabau untuk merasakan langsung nuansa budaya khas daerah tersebut saat berkunjung.
Ia pun mengajak wisatawan lain yang datang ke Batusangkar agar tidak melewatkan kesempatan mengunjungi destinasi bersejarah ini.
Tak hanya wisatawan domestik, destinasi ini juga menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia. Salah satunya Yusuf, yang datang bersama keluarga untuk berlibur di Sumatera Barat.
"Kunjungan saya ke Sumatera Barat ini dalam rangka liburan bersama keluarga," ujar Yusuf asal Malaysia.
Selama berada di wilayah tersebut, Yusuf mengunjungi sejumlah destinasi lain, seperti kawasan Tan Kayo Malalo dan Nagari Pariangan yang dikenal sebagai salah satu desa terindah di dunia.
Ia mengaku terkesan dengan keunikan rumah gadang serta kekayaan sejarah yang dimiliki Kerajaan Pagaruyung. Selain itu, ia juga menikmati kuliner khas daerah seperti kawa daun, minuman tradisional Minangkabau.
"Pada pagi kami tadi kami sudah ke Tan Kayo, desa terindah dunia di Pariangan menikmati Kawa daun. Disini kami juga terkesan dengan dengan bangunan rumah gadang dan juga dan sejarahnya," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama libur Lebaran tetap terjaga. Ia turun langsung meninjau kondisi di kawasan wisata tersebut untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
Tag
Berita Terkait
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Menelusuri Jejak Rasa Indonesia di Kota Meksiko
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!
-
Lampung Kian Ramai, Hotel Transit Modern Jadi Kebutuhan Wisatawan dan Pebisnis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi