-
Lembah Anai dibuka penuh, kemacetan panjang terjadi hingga tujuh kilometer.
-
Sistem one way picu kepadatan parah saat arus mudik Lebaran 2026.
-
Pasar Koto Baru dan jalur alternatif tambah beban lalu lintas.
SuaraSumbar.id - Pembukaan penuh jalur Lembah Anai dibuka penuh selama 24 jam pascabencana memicu lonjakan mobilitas masyarakat yang berujung kemacetan panjang.
Kebijakan sistem satu arah (one way) yang diterapkan untuk mengurai arus kendaraan justru berdampak pada antrean panjang di sejumlah titik pada Senin (23/3/2026).
Kemacetan mulai terjadi setelah titik penyekatan jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai dibuka penuh, tepatnya dari batas Kota Padang Panjang hingga kawasan Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar. Kendaraan terlihat mengular dengan laju sangat lambat.
Kemacetan yang terjadi di jalur Lembah Anai dibuka penuh tersebut bahkan mencapai lebih dari 7 kilometer. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas Pasar Koto Baru yang beroperasi setiap hari Senin, serta masuknya kendaraan dari jalur alternatif yang menambah kepadatan arus lalu lintas.
Berdasarkan catatan di lapangan, perjalanan sejauh 1 kilometer dapat ditempuh hampir dalam waktu satu jam. Hal ini menunjukkan tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut, terutama menjelang periode arus mudik Lebaran.
Puluhan petugas lalu lintas dari Polda Sumatera Barat telah disiagakan di berbagai titik untuk mengatur arus kendaraan. Namun, lonjakan volume kendaraan yang signifikan membuat waktu tempuh meningkat dan kemacetan sulit dihindari.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang terpantau relatif lancar hingga memasuki kawasan Lembah Anai. Kepadatan mulai terjadi di sekitar Pasar Koto Baru, yang menjadi titik penyekatan untuk mengatur kendaraan dari arah Padang.
Sebelumnya, jalur Lembah Anai sempat terputus total akibat bencana yang merusak badan jalan dan akses utama penghubung Bukittinggi-Padang. Pemerintah kemudian memberlakukan operasional terbatas seiring proses perbaikan yang masih berlangsung.
Dalam rangka menghadapi arus mudik Lebaran, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan ruas Sicincin-Padang Panjang KM 64 dibuka selama 24 jam khusus kendaraan roda empat, mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri.
Pembukaan jalur ini awalnya direncanakan pada H-7, namun dipercepat menjadi H-10 setelah percepatan pekerjaan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) juga menerapkan sistem satu arah, yakni Padang-Bukittinggi pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, serta Bukittinggi-Padang pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Kebijakan ini berlaku mulai 22 hingga 24 Maret 2026.
Dengan kondisi Lembah Anai dibuka penuh, kepadatan kendaraan diperkirakan masih akan terjadi selama periode arus mudik dan balik Lebaran, terutama di titik-titik rawan seperti kawasan pasar dan pertemuan jalur alternatif. (Antara)
Berita Terkait
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi