-
Danantara cepat bangun Huntara layak untuk pemulihan korban bencana Sumatera.
-
Komisi VI DPR apresiasi Huntara Danantara jadi percontohan berkualitas pascabencana.
-
Pembangunan Huntara kolaborasi BUMN pemerintah daerah dukung pemulihan sosial ekonomi.
SuaraSumbar.id - Danantara Indonesia meninjau langsung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), bersama Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerja, Kamis (22/1/2026).
Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Batang Anai merupakan bagian dari rangkaian program pemulihan pascabencana yang dijalankan Danantara Indonesia di berbagai daerah.
Di Sumbar, Batang Anai menjadi salah satu dari empat titik lokasi pembangunan hunian sementara yang direalisasikan secara bertahap, menyesuaikan kondisi lapangan serta kebutuhan warga terdampak.
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyebut kunjungan Komisi VI DPR RI menjadi momentum penting untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan, hingga rehabilitasi berjalan sesuai prioritas.
Kehadiran DPR RI juga menjadi penguatan pengawasan terhadap pembangunan Rumah Hunian Danantara agar tepat sasaran.
"Atas nama Danantara Indonesia kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang akan menghuni hunian Danantara pascabencana. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi berjalan dengan baik dan menjadi prioritas sebagaimana diamanatkan Presiden," ujar Rohan di Batang Anai, Jumat (23/1/2026).
Rohan menjelaskan, konsep Rumah Hunian Danantara dirancang sebagai hunian layak meski bersifat sementara. Tujuannya agar masyarakat terdampak bencana dapat segera memiliki ruang tinggal yang aman, sehat, dan bermartabat sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
Secara nasional, pembangunan Rumah Hunian Danantara di berbagai wilayah terdampak bencana telah mencapai 1.275 unit. Realisasi terbanyak berada di Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dengan ratusan unit dibangun dalam satu kawasan terpadu.
Selain itu, pembangunan juga berlangsung di delapan daerah lain di Sumatera sebagai bagian dari pemulihan wilayah rawan bencana.
"Di Sumbar, kami juga menerima permintaan tambahan. Ini akan kami wrap up untuk membantu masyarakat di beberapa kabupaten, sekaligus kami bahas ke depan untuk hunian tetapnya," tambah Rohan.
Pembangunan Huntara di Batang Anai dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor sekaligus koordinator pelaksana, dengan dukungan sejumlah BUMN. Kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan efektif dan tepat waktu.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah cepat Danantara Indonesia dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
"Kami mengapresiasi Danantara Indonesia yang bergerak sangat cepat. Hanya dalam hitungan hari, pembangunan hunian sudah berjalan. Huntara Danantara ini bisa menjadi percontohan karena kualitasnya paling layak," ujar Andre.
Menurut Andre, keberadaan Rumah Hunian Danantara yang layak sangat krusial pada fase awal pemulihan. Hunian sementara menjadi fondasi bagi warga untuk kembali menata kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana.
Ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara di Batang Anai diharapkan segera ditempati warga dan menjadi bagian dari upaya jangka menengah Danantara Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial serta ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Berita Terkait
-
Dirut Pindad Beri Bocoran Motor Listrik Prabowo: Diluncurkan 13 Agustus
-
Purbaya Sebut Pembangunan PFII Dibiayai Danantara, Tapi Sebagian Bisa dari APBN
-
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026
-
Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo
-
Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Polwan Diduga Dilecehkan Perwira Berpangkat AKBP, LBH Padang Kecam Penghentian Kasus
-
Sakit Kepala Saat Bangun Tidur? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Ini