-
Harimau Sumatera kembali muncul dan resahkan warga Agam.
-
Pemnag Ampek Koto Palembayan halau harimau dengan sirene ambulans.
-
BKSDA Sumbar lakukan verifikasi dan penanganan lapangan.
SuaraSumbar.id - Kemunculan Harimau Sumatera di permukiman warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali menimbulkan kewaspadaan. Pemerintah Nagari (Pemnag) Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, bersama warga setempat melakukan upaya penghalauan setelah Harimau Sumatera terlihat mendekati kawasan kebun dan permukiman masyarakat, Rabu (21/1/2026).
Wali Nagari Ampek Koto Palembayan, Roni Akmal, menjelaskan bahwa laporan kemunculan Harimau Sumatera pertama kali diterima dari warga yang sedang berada di kebun.
Mendapatkan informasi tersebut, perangkat nagari langsung bergerak menuju lokasi kemunculan di Jorong Piladang dengan membawa mobil ambulans sebagai sarana penghalauan.
“Perangkat nagari datang bersama mobil ambulans. Sesampainya di lokasi, mereka menyalakan sirene mobil ambulans milik nagari,” katanya.
Menurut Roni Akmal, mobil ambulans tersebut sengaja dibawa karena suara sirene dinilai dapat membuat satwa liar menjauh dari permukiman. Warga sebelumnya sempat mendengar auman Harimau Sumatera beberapa kali saat berada di kebun pada Rabu (21/1) siang.
Mendengar suara tersebut, warga memilih menghentikan aktivitas dan kembali ke rumah untuk melaporkan kejadian itu kepada perangkat nagari.
“Mendapatkan laporan itu, perangkat nagari bersama warga langsung menuju lokasi dan kemunculan harimau tersebut telah dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar,” katanya.
Kemunculan Harimau Sumatera di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Roni Akmal menyebutkan bahwa sebelumnya satwa dilindungi itu sempat muncul dan bahkan mengejar seorang pedagang ikan di jalan provinsi yang menghubungkan Palembayan menuju Palupuh pada 8 Januari 2026.
Selain itu, pada 16 Januari 2026, Harimau Sumatera juga diduga memangsa ternak jenis anjing milik warga setempat.
“Kami telah ke lokasi dan menemukan jejak harimau di tempat tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari pemerintah nagari terkait kemunculan Harimau Sumatera di permukiman warga Agam.
“Kami langsung melakukan penanganan interaksi negatif harimau dengan manusia setelah mendapatkan laporan tersebut dan saat ini petugas sedang dalam perjalanan,” katanya.
Ade Putra menambahkan, petugas BKSDA Sumbar akan melakukan verifikasi lapangan melalui wawancara dengan saksi mata serta pencarian tanda keberadaan satwa, seperti jejak kaki, cakaran, kotoran, dan tanda lainnya.
Selain itu, petugas juga akan memasang kamera trap atau kamera jebak serta melakukan penghalauan, bergantung pada hasil verifikasi di lapangan.
“Kami melakukan penanganan untuk beberapa hari ke depan dan jika diperlukan akan dilakukan evakuasi terhadap satwa tersebut,” katanya.
Berita Terkait
-
Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih