-
Sinkhole muncul di sawah Situjuh Batuah Limapuluh Kota akibat runtuhan batuan karst.
-
Ahli geologi sebut rekahan batu gamping larut membentuk sungai bawah.
-
Warga diimbau menjauh pemerintah diminta petakan sungai bawah tanah karst.
SuaraSumbar.id - Fenomena alam serupa lubang misterius (sinkhole) terjadi di tengah sawah di kawasan Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Lubang ini juga berisikan air.
Diameter lubang cukup besar. Warga penasaran, datang ramai-ramai untuk melihat lokasi lubang tersebut meski telah dipasang garis polisi di sekitarnya.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Dian Hadiyansyah, mengatakan pihaknya belum melakukan investigasi mendalam terkait fenomena ini.
Namun, kata Dian, secara umum bahwa kondisi geologi di Nagari Situjuh Batuah tersusun dari batuan gunungapi dan perbukitan karst (batu kapur) yang memiliki sistem sungai bawah tanah.
"Nah, kemungkinan lokasi kejadian sinkhole itu masih merupakan satuan batuan karst atau batu kapur," ujar Dian, Senin (5/1/2026).
Menurut dia, terjadinya sinkhole atau amblasan diakibatkan rekahan batu gamping larut karena air, sehingga atap sungai bawah tanah runtuh.
"Jadi rekahan batu gamping tersebut, dia kena air mudah larut nah itu penyebab terjadi saluran atau sungai bawah tanah. Sehingga runtuhnya atap dari sungai bawah tadi. Ketika atap tadi runtuh, itu terbentuk lubang," jelasnya.
Dian mengimbau warga untuk tidak mendekati area lubang. Karena belum diketahui apakah kondisi lubang akan tetap atau semakin membesar.
"Saran kami, untuk masyarakat, termasuk juga aparat berwajib, untuk tahap jangka pendek memberikan batas pengaman, agar tidak ada warga mendekati lubang. Karena kita tidak tahu apakah lubang ini bertambah atau tetap," ungkapnya.
"Untuk jangka panjang, kalau memang daerah karst, sudah terjadi amblasan, tentu harus perlu dipetakan sungai bawah tanah. Nanti takutnya ada ronga yang melewati permukiman penduduk," sambungnya.
Dikatakannya, pemerintah daerah perlu menyurati kementerian ESDM dalam hal ini Badan Geologi untuk menginvestasi secara lengkap fenomena ini. Dengan demikian, akan didukung dengan peralatan atau perlengkapan geofisika.
"Sehingga ke depannya bisa memberikan informasi aman ke masyarakat bahwa rumahnya tidak memiliki potensi terjadi amblasan atau sinkhole," imbuhnya.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Api Biru Muncul di Gunung Papandayan, Pendakian Ditutup Sementara
-
Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Beserta Gambarnya
-
Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol