-
25 jenazah korban banjir bandang di Sumbar sulit dikenali karena rusak.
-
Mayoritas korban anak-anak, identifikasi sidik jari tidak dapat dilakukan.
-
Sampel DNA diambil, keluarga diminta datang memberikan data pembanding.
SuaraSumbar.id - Sebanyak 25 kantong jenazah korban banjir bandang hingga tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar) masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Kondisi jenazah malang itu sulit dikenali dan mayoritasnya adalah anak-anak.
Puluhan jenazah ini kini masih berstatus MR X. Data di posko antermontem yang dimiliki RS Bhayangkara Padang tidak ada yang cocok dengan jenazah.
Ps Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, dr. Harry Andromeda, mengatakan pemeriksaan dari sidik jari yang dibantu tim inafis terhadap jenazah juga tidak bisa dilakukan, karena korban adalah anak-anak.
"Sebagian besar banyak terdiri anak-anak. Anak-anak ini dari sidik jari tidak bisa dilakukan pemeriksaan. Dan juga mungkin banyak korban anak ini, orang tuanya juga menjadi korban, sehingga tidak ada yang merasa kehilangan," kata Harry di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Selasa (2/12/2025).
"Secara visual sudah sulit dilihat, menyulitkan tim DVI mengidentifikasi," sambungnya lagi.
Harry mengungkapkan, saat ini puluhan jenazah tersebut telah dilakukan pengambilan sampel DNA melalui gigi, jari hingga tulang. Sampel DNA diperlukan sebagai data pembanding.
"Karena dalam pengambilan sampel DNA perlunya data sektor pembanding untuk kami cocokan. Jadi jika tidak ada sektor pembanding, kami belum bisa mengambil langkah selanjutnya untuk proses identifikasi dari 25 jenazah ini," ungkapnya.
Bagi warga yang merasa kehilangan keluarganya, bisa datangi Rumah Sakit Bhayangkara Padang atau posko DVI yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Sehingga dapat diambil sampel DNA untuk dicocokkan dengan 25 jenazah yang masih belum diketahui identitasnya.
Harry menambahkan, untuk puluhan korban tanpa identitas ini telah disimpan di tempat pendinginan jenazah. Karena keterbatasan tempat pending, jenazah disebar di beberapa rumah sakit.
"Kami hanya punya empat pendingin, RSUP M Djamil dua, RS Unand dua, sudah kami titip semua.
Kami juga mendapat bantuan satu mobil boks pendingin dari dinas pertanian. Dengan bantuan ini kami bisa menyimpan mayat yang belum diambil keluarga," pungkasnya.
Kontributor: Saptra S
Tag
Berita Terkait
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
-
Kemensos Mulai Salurkan Santunan Korban Banjir Sumatra ke Ahli Waris, Segini Nominalnya
-
Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan Korban Banjir Subang
-
Penuhi Kebutuhan Korban Banjir di Pemalang, Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Distribusi Bantuan
-
BNPA dan FK UI Siapkan Pendampingan Psikologis Jangka Panjang untuk Korban Banjir Sumatera
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
CEK FAKTA: Tautan Daftar Mudik Gratis PLN 2026 Beredar, Asli atau Penipuan?
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang, Sabtu 28 Februari 2026