-
Disdukcapil Agam bantu identifikasi korban banjir bandang Salareh Aia.
-
Identifikasi korban melalui sidik jari hasilkan 33 identitas valid.
-
Cuaca ekstrem di Agam sebabkan korban meninggal dan hilang.
SuaraSumbar.id - Upaya identifikasi korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), terus dilakukan berbagai pihak.
Disdukcapil Agam ikut diterjunkan untuk membantu proses pencocokan identitas para korban yang ditemukan dalam kondisi tidak dikenali, terutama melalui perekaman sidik jari.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Agam, Dedi Asmar, mengatakan bahwa Disdukcapil Agam mengirim lima petugas lengkap dengan perangkat KTP-el untuk mendukung proses identifikasi di posko.
Langkah ini dilakukan atas permintaan pihak kepolisian serta permintaan khusus RSUD Lubuk Basung yang membutuhkan bantuan mengidentifikasi korban yang belum terdata.
Ia menjelaskan, proses identifikasi ini mengandalkan perekaman sidik jari sebagai metode utama. Dengan dukungan petugas Disdukcapil Agam, identitas 33 korban berhasil ditemukan dalam tiga hari.
Pada hari pertama, Sabtu (29/11/2025), 12 korban teridentifikasi, disusul 14 korban pada Minggu (30/11/2025), dan tujuh korban pada Senin (1/12/2025).
“Pada hari ketiga, ada sembilan korban dan dua tidak bisa teridentifikasi karena usianya masih di bawah 17 tahun dan belum melakukan perekaman data KTP-EL,” ujar Dedi Asmar, Selasa (2/12/2025).
Meski identifikasi jenazah merupakan kewenangan kepolisian, koordinasi lintas instansi menjadi penting agar proses tersebut berjalan cepat dan akurat. RSUD Lubuk Basung mulai meminta bantuan identifikasi sejak Sabtu (29/11/2025).
Setelah itu, Disdukcapil Agam segera mengirim petugas sekaligus peralatan perekaman untuk memastikan sidik jari setiap jenazah dapat dicocokkan dengan data kependudukan.
“Dari hasil sidik jari, maka ketemu identitas korban, sehingga menurunkan petugas ke Salareh Aia, Kecamatan Palembayan,” ujarnya.
Kabupaten Agam sendiri tengah menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi memicu bencana tanah longsor, banjir bandang, banjir, pohon tumbang hingga angin kencang yang melanda 16 kecamatan.
Berdasarkan data sementara, bencana ini menyebabkan 130 warga meninggal dunia, 71 orang masih hilang, 6.300 warga mengungsi, dan 25 orang dirawat di rumah sakit. (Antara)
Berita Terkait
-
Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatra Masih Berlanjut, Total Kemensos Telah Gelontorkan Rp 2,56 T
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Korban Bencana Sumatra Dapat Kompensasi hingga Rp 60 Juta Lebih, Ini Rinciannya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
CEK FAKTA: Tautan Daftar Mudik Gratis PLN 2026 Beredar, Asli atau Penipuan?
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang, Sabtu 28 Februari 2026