-
Sebanyak 132 warga meninggal dan 118 masih hilang akibat bencana.
-
Lebih 33 ribu rumah rusak dan infrastruktur Sumbar terdampak sangat parah.
-
Pemerintah tetapkan tanggap darurat untuk percepat bantuan dan pemulihan daerah.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), merilis data terbaru korban bencana hingga penanganan banjir dan longsor yang melanda Ranah Minang.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyebutkan bahwa total kerugian akibat bencana yang melanda sebagian besar wilayah Sumbar telah melampaui angka satu triliun rupiah. Dampak kerusakan tersebut menjangkau berbagai sektor, mulai dari permukiman, lahan pertanian, pendidikan, hingga infrastruktur.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 132 orang. Kemudian, 118 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
“Data ini merupakan laporan terkini dari tim di lapangan yang terus melakukan pencarian dan pendataan,” ujar Mahyeldi, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan bahwa proses pembaruan data dilakukan dua kali sehari untuk memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga. Tercatat lebih dari 33.000 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang beragam.
Tidak hanya itu, sekitar 16.000 hektar lahan pertanian turut terdampak, mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.
"Kerusakan juga menimpa fasilitas umum, meliputi 99 sekolah, 12 fasilitas kesehatan, 72 rumah ibadah, dan 13 perkantoran pemerintah," ujarnya.
Infrastruktur pendukung lainnya seperti 72 jaringan irigasi, 10 bendungan, satu talud, serta satu ruas jalan dan satu jembatan juga mengalami kerusakan signifikan. Secara keseluruhan, lebih dari empat kilometer ruas jalan dinyatakan rusak berat.
Mahyeldi menuturkan bahwa pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November 2025 sebagai langkah percepatan penanganan.
Dengan status tersebut, pemerintah daerah dapat mengerahkan sumber daya secara lebih cepat dan terkoordinasi untuk membantu warga di wilayah terdampak.
Sebanyak 16 kabupaten di Sumbar tercatat terdampak bencana ini. Mahyeldi menjelaskan bahwa seluruh data yang disampaikan berasal dari posko terpadu yang setiap hari menerima laporan dari tim kabupaten dan kota.
“Update data akan terus bergerak karena laporan dari lapangan juga terus masuk,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai lembaga yang terlibat dalam penanganan bencana. Dukungan dari pemerintah pusat disebutnya sangat membantu.
“Presiden dan sejumlah kementerian telah datang langsung serta menyalurkan bantuan yang sangat berarti bagi percepatan pemulihan,” katanya.
Berita Terkait
-
Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak
-
JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara
-
AAJI Catat 19 Perusahaan Layani Masyarakat dengan Nilai Pertanggungan Rp16,3 Triliun
-
Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit
-
Ahli UGM Sebut Ada Indikasi Pembiaran Pemerintah dalam Penanganan Banjir Sumatra
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar