- Banjir bandang melanda Padang Panjang, Sumatera Barat, khususnya Kelurahan Silaing Bawah, menyapu hampir seluruh unit rumah terdampak.
- Di RT 20 Silaing Bawah, 23 dari 31 unit rumah hanyut, melibatkan 54 kepala keluarga pada Minggu, 30 November 2025.
- Korban meninggal tercatat 21 orang per Minggu itu; belasan korban diduga merupakan pengendara yang berhenti di lokasi.
SuaraSumbar.id - Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan salah satu daerah terdampak banjir bandang. Kawasan paling parah berada di Kelurahan Silaing Bawah atau dekat gapura, hampir seluruh unit rumah disapu material.
Menurut Sekda Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, di kawasan Silaiang Bawah tepatnya di RT 20 terdapat 31 unit rumah warga. 23 unit di antaranya hanyut diseret arus banjir.
"Ada 54 kepala keluarga di sana, jumlah rumah 31 unit, 23 hanyut," kata Sonny, Minggu 30 November 2025.
Sonny mengatakan selain warga, pada hari bencana terjadi juga banyak pengendara yang berhenti di kawasan gapura. Karena cuaca hujan deras dan terjadi longsor menghambat aru lalu lintas.
"Karena jalan putus, di sana ada musala dan warung biasa pengendara beristirahat sambil menunggu akses jalan bisa dibuka. Jadi kondisi saat kejadian pukul 11.50 WIB cukup banyak pengendara berhenti di situ," ucapnya.
Laporan yang diterima, kata Sonny, pada hari kejadian itu terdapat satu rumah dihuni 10 orang untuk berteduh. Mereka berkumpul lalu disapu banjir bandang.
"Ada laporan satu rumah ditempati 10 orang, mereka berkumpul. Tim SAR baru menemukan lima orang," jelasnya.
Hingga Minggu (30/11/2025), jumlah korban yang masuk data Kota Padang Panjang sebanyak 21 orang, terdiri dari 10 warga Kota Padang Panjang, 11 warga luar kota.
Sonny menduga, belasan warga yang terdata dari luar Kota Padang merupakan pengendara yang berhenti berkendara di lokasi bencana. Angka korban meninggal ini kemungkinan masih terus bertambah.
"Ada masyarakat setempat, ada pengendara berhenti beristirahat," pungkasnya.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
AI Untuk Bencana: Jalan Pintas Menyelamatkan Nyawa atau Sekadar Tren Tanpa Solusi?
-
8 Arti Mimpi Banjir: Makna, Interpretasi, dan Pesan yang Tersembunyi
-
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
-
Erupsi Anak Krakatau Jadi Pengingat Pentingnya Mitigasi dan Kesiapan Evakuasi Darurat
-
Guru Besar UGM Desak Pemerintah Setop MBG, Prioritaskan Penanganan Bencana
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih
-
BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan
-
Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026