-
Rebusan kunyit jahe sereh bantu jaga daya tahan tubuh alami.
-
Kandungan antioksidan kunyit jahe sereh bantu lawan radikal bebas.
-
Konsumsi wajar rebusan kunyit jahe sereh aman dan menyehatkan.
SuaraSumbar.id - Belakangan ini, manfaat rebusan kunyit jahe sereh kembali populer di kalangan masyarakat yang ingin menjaga daya tahan tubuh secara alami.
Ramuan tradisional ini dipercaya dapat menghangatkan badan, meredakan berbagai keluhan ringan, hingga membantu proses detoksifikasi tubuh.
Perpaduan kunyit, jahe, dan sereh dikenal kaya zat aktif yang menyehatkan. Kunyit mengandung kurkumin, jahe kaya gingerol, sedangkan sereh memiliki citral dan geraniol.
Ketiganya telah lama digunakan dalam tradisi jamu Indonesia untuk menjaga kebugaran dan meredakan berbagai keluhan ringan. Tak heran jika banyak yang menaruh perhatian pada manfaat rebusan kunyit jahe sereh bagi tubuh.
Dikutip dari aladokter, ini deretan manfaat rebusan kunyit jahe sereh.
1. Menghangatkan badan
Efek hangat dari jahe dan sereh membuat minuman ini kerap dikonsumsi saat cuaca dingin atau ketika tubuh terasa tidak nyaman. Sensasi hangatnya membantu menciptakan rasa rileks dan nyaman.
2. Membantu meredakan batuk
Kandungan antibakteri dan antiperadangan dari ketiga rempah membantu melegakan saluran napas serta meredakan iritasi pada tenggorokan. Meski begitu, minuman herbal ini tidak bisa menggantikan obat batuk yang diresepkan dokter.
3. Menjaga daya tahan tubuh
Manfaat rebusan kunyit jahe sereh berikutnya adalah meningkatkan sistem imun. Kandungan antioksidannya melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi.
4. Meredakan keluhan masuk angin
Kombinasi kunyit, jahe, dan sereh dipercaya dapat membantu mengurangi keluhan seperti kembung, mual, dan pegal-pegal yang sering muncul saat tubuh tidak fit.
5. Meredakan nyeri otot
Kandungan kurkumin dan gingerol memiliki sifat antiradang yang dapat membantu meredakan nyeri otot atau sendi, terutama setelah aktivitas fisik berat.
Berita Terkait
-
Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?
-
Mengapa Desa Pulu Memilih Sereh Wangi untuk Memulihkan Lahan yang Rusak Akibat Banjir?
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRIN Bbah Jadi Sumber Energi Bersih?
-
4 Serum Kandungan Kunyit Kaya Antioksidan, Rahasia Kulit Auto Cerah Merata
-
5 Minuman Herbal yang Bikin Tubuh Tetap Fit saat Mudik
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Hore! Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho, Hasil Program Rehabilitasi Kemenhut
-
3 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Sebaiknya Dihindari
-
Petugas Damkar Meninggal saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati
-
Suami di Padang Ditangkap, Diduga Paksa Istri Layani Pria Lain dengan Imbalan Makanan