-
Klaim Jokowi terpilih jadi Sekjen PBB terbukti hoaks.
-
Video viral gunakan cuplikan tidak terkait jabatan Sekjen PBB.
-
Antonio Guterres masih menjabat Sekjen PBB hingga 2026.
SuaraSumbar.id - Beredar video viral di media sosial menarasikan bahwa mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terpilih sebagai Sekretaris Jenderal PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Video yang menyesatkan itu dibagikan oleh sebuah akun Facebook dengan narasi sebagai berikut:
"Kabar Gembira!! Foto pribadi beredar di akun Instagram Pemprov Jabar, Aktivis Neni Nur Hayati alami serangan digital. Artikel Kompas.id: Jokowi Terpilih Jadi Sekjend PBB Untuk Tahun 2026... Kediktatoran Negara Barat Akan Berakhir."
Unggahan tersebut menampilkan beberapa cuplikan video Jokowi, seolah menunjukkan momen penetapan dirinya sebagai Sekjen PBB.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Hasil penelusuran tim Cek Fakta melalui metode reverse image search, ditemukan bahwa cuplikan pertama dalam video tersebut menunjukkan Jokowi menerima palu dari mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.
Momen itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Metro TV, yang merekam penyerahan estafet keketuaan ASEAN dari Kamboja ke Indonesia pada 2023 — bukan pelantikan Sekjen PBB.
Sementara itu, cuplikan kedua menampilkan Jokowi diwawancarai oleh jurnalis asing. Video tersebut ternyata identik dengan unggahan kanal YouTube The Economist, yang menayangkan wawancara Jokowi terkait penyelenggaraan KTT G20 di Bali pada 2022.
Dalam wawancara itu, Jokowi sempat ditanya soal rencana setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada 2024, namun tidak ada pembahasan mengenai PBB.
Hingga kini, tidak ada informasi resmi atau valid dari Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait penunjukan Jokowi sebagai Sekjen PBB.
Jabatan tersebut masih diemban oleh Antonio Guterres, mantan Perdana Menteri Portugal, yang terpilih kembali untuk periode kedua sejak tahun 2021 dan akan menjabat hingga 2026.
Dengan demikian, klaim Jokowi terpilih menjadi Sekjen PBB merupakan informasi palsu. Tidak ada bukti valid atau pernyataan resmi yang mendukung narasi tersebut.
Kesimpulan
Video yang mengklaim Jokowi terpilih menjadi Sekjen PBB adalah informasi hoaks. Cuplikan yang digunakan dalam unggahan tersebut tidak terkait dengan jabatan Sekjen PBB, melainkan kegiatan Jokowi dalam forum ASEAN 2023 dan KTT G20 2022.
Berita Terkait
-
Sarwendah Akhirnya Minta Maaf terkait Videonya yang Viral: Saya Manusia Biasa Tak Luput dari Dosa
-
Bahlil Lahadalia Ingin Bertemu Sosok di Balik Lagu MBG yang viral, Ada Apa?
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
Demi Wujudkan Mimpi Road Trip ke Turki Bareng Anak, Pasutri Ini Sampai Jual Rumah dan Mobil
-
TikToker Ini Minta Maaf Usai Konten Plenger Tuai Kontroversi dan Dinilai Singgung ABK
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian
-
Aktivitas Bongkar Muat Barang di Sumbar Alami Penuruan, Ini Data Lengkap dari BPS
-
2 Orang Kena Peluru Nyasar di UNP, SPK Sumbar Desak Investigasi Independen