-
Imigrasi Sumbar siapkan pemindahan WNA Nur Amira ke Konjen Malaysia.
-
Nur Amira diduga langgar izin tinggal, kini ditahan di Agam.
-
Kasus keimigrasian WNA berdarah Malaysia-Singapura masih diproses lanjut.
SuaraSumbar.id - Kantor Imigrasi Sumatera Barat (Sumbar) segera membawa WNA Nur Amira (37) ke Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Hal itu dilakukan untuk proses keimigrasian lebih lanjut. Langkah ini menyusul permintaan resmi dari Konjen Malaysia yang dikirim melalui surat elektronik.
“Terakhir itu ada email dari Konsulat Jenderal Malaysia yang meminta agar menghadirkan Nur Amira ke Medan,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumbar, Nurudin, Rabu (8/10/2025).
Saat ini, Nur Amira masih berada di ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Agam. Ia diamankan karena diduga melakukan pelanggaran keimigrasian di Indonesia.
Meski demikian, Nurudin menyebut pihaknya belum dapat memastikan kapan Nur Amira akan dibawa ke Medan, sebab seluruh berkas dan dokumen pendukung masih dilengkapi oleh pihak Imigrasi.
“Belum bisa dipastikan kapan dibawa karena berkasnya masih dilengkapi oleh petugas Imigrasi Non TPI Agam,” jelasnya.
Menurut Nurudin, Nur Amira bukan warga negara Indonesia, melainkan warga negara asing berdarah Malaysia dan Singapura yang sudah lama menetap di Indonesia, tepatnya di Kota Payakumbuh sejak 1996.
Ia datang pertama kali ke Indonesia hampir tiga dekade lalu, kemudian menikah dengan seorang warga Payakumbuh pada 2009 dan bercerai pada 2015.
Dari pernikahan itu, ia memiliki seorang anak bernama Zahira (15) yang kini menumpang di rumah warga di Payakumbuh. Selama tinggal di Indonesia, Nur Amira sempat memiliki KTP Indonesia, namun dokumen tersebut diketahui tidak dibuat sesuai prosedur.
Kasus ini mencuat setelah Imigrasi menerima laporan pada Oktober 2024 terkait keberadaan seorang WNA yang menetap secara ilegal di Payakumbuh. Setelah dilakukan pemeriksaan, Nur Amira akhirnya dideportasi ke Malaysia.
“Pada Oktober 2024 Imigrasi mendeportasi Nur Amira ke Malaysia,” ujar Nurudin.
Namun, setibanya di Malaysia, Nur Amira kembali diamankan otoritas setempat karena masalah dokumen keimigrasian. Pemerintah Malaysia kemudian menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) melalui Konjen Malaysia di Johor.
“Dari situ Nur Amira kembali dideportasi ke Indonesia,” tambahnya.
Usai kembali ke Indonesia, Nur Amira mencoba mengubah alamat domisilinya dari Payakumbuh ke Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Dinas Catatan Sipil karena KTP miliknya telah dinonaktifkan.
Saat ini, pihak Imigrasi terus berkoordinasi dengan Konjen Malaysia di Medan untuk menentukan langkah hukum dan administratif selanjutnya terhadap Nur Amira. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Periksa 3 Saksi Baru dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Rp145,5 Miliar
-
Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan
-
Marinus Gea: WNA Enak Cari Makan di RI, WNI Malah Disiksa di Luar Negeri
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih
-
BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan