- Empat sampel keracunan MBG Agam dikirim ke BPOM Padang.
- Sebanyak 119 korban alami gejala setelah makan nasi goreng.
- Dapur SPPG ditutup sementara, hasil uji masih menunggu.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), tengah menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang terkait dugaan kasus keracunan massal yang menimpa 120 warga usai menyantap nasi goreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden yang kini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan pihaknya telah mengirim empat jenis sampel ke BPOM Padang untuk diuji lebih lanjut.
“Sampel yang dikirim berupa nasi goreng yang disantap korban, muntahan, tinja siswa, dan air yang digunakan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Tangah,” kata Hendri, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, pengiriman sampel dilakukan sesaat setelah kasus keracunan makanan terjadi, dengan harapan hasil laboratorium bisa segera diketahui.
“Biasanya hasil sampel keluar dua minggu sampai satu bulan, namun karena ini termasuk kejadian luar biasa, kemungkinan hasilnya akan keluar lebih cepat,” ujarnya.
Menurut Hendri, kasus keracunan nasi goreng program MBG ini menimpa siswa TK, SD, SMP, MTs, guru, orang tua, dan balita yang berasal dari Nagari Manggopoh dan Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung. Mereka dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, sakit perut, dan diare beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.
“Sebagian korban dibawa ke Puskesmas Manggopoh, Puskesmas Lubuk Basung, RSUD Lubuk Basung, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rizki Bunda. Kami menyediakan lima ambulans untuk membantu proses rujukan dan memastikan penanganan medis berjalan cepat,” kata Hendri.
Beruntung, seluruh korban telah mendapatkan perawatan intensif dan dinyatakan pulih. Meski begitu, Dinas Kesehatan Agam menegaskan bahwa dapur SPPG Kampung Tangah ditutup sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium resmi diumumkan.
“Langkah penutupan ini perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan untuk memastikan keamanan pangan dari program Makan Bergizi Gratis di wilayah kami,” kata Hendri.
Hasil uji laboratorium BPOM Padang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden keracunan massal di Agam tersebut dalam waktu dekat. (Antara)
Berita Terkait
-
Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?
-
Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan
-
Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan
-
Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG
-
KPAI Desak Audit Transparan Dapur Makan Bergizi Gratis Usai Rentetan Kasus Keracunan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan