Ilustrasi berdoa. [Freepik/Garakta Studio]
Muhammadiyah tegaskan memiliki tradisi berselawat meski berbeda ekspresi antar daerah.
Ajengan Wawan luruskan stigma warga Muhammadiyah tidak memuliakan Nabi Muhammad SAW.
Selawat dikembangkan Muhammadiyah lewat syair, lagu, dan budaya ‘Aisyiyah.
Berita Terkait
-
Meriah! Ratusan Warga Lembang Beradu Tomat dalam Festival Perang Tomat 2026
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Semarak Perayaan Peh Cun di Berbagai Daerah Indonesia
-
Khidmat Perayaan Hari Raya Galungan di Berbagai Daerah Indonesia
-
Ragam Tradisi Sambut Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz