SuaraSumbar.id - Ibunda Cinta Novita Sari Mista, Lisa Delka, tak kuasa menahan air matanya. Lisa termenung di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kamis (20/2/2025). Sesekali, ia menyeka pipinya yang basah.
Di rumah sakit Polri ini, Lisa menanti penyelenggaraan autopsi jenazah putri sulungnya. Cinta sebelumnya ditemukan tewas dibungkus karung berwarna putih lalu dibuang di pinggir jalan perkampungan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).
Lisa tak menyangka, anaknya tewas dan ditemukan dengan kondisi tragis, terbungkus karung. Ada bekas cakaran dan cekikan di leher Cinta.
"Saya tidak ikhlas. Saya tidak terima anak saya diginiin, dari ujung rambut hingga kaki saya tidak rela anak saya diginiin," kata Lisa, Kamis (20/2/2025).
"Selama ini anak saya tidak pernah menyusahkan orang. Saya banting tulang untuk anak saya," sambungnya menahan tangis.
Lisa berharap ke kepolisian, siapapun pelakunya, dapat segera ditangkap. Untuk pelaku, agar nantinya dapat diadili seberat-beratnya.
"Saya tidak ikhlas," ucapnya.
Pernah Diancam Dibunuh
Cinta merupakan siswi kelas 9 MTsN 2 Sumanik, Kabupaten Tanah Datar. Lisa menyebutkan, sehari sebelum putrinya ditemukan tewas, Cinta berada di rumah neneknya.
Lokasi rumah nenek Cinta tak jauh dari kediamannya, persis di depan rumahnya. Pada Selasa (18/2/2025) malam, Cinta sempat berkomunikasi dengan neneknya. Ketika itu, sang neneknya memberikan uang.
"Dia kan di tempat neneknya, di tempat neneknya dari rumah saya berada di belakang. Ditanya neneknya, Cinta mau jajan seblak? Enggak katanya, Cinta mau duit saja nek untuk beli paket (internet)," ujar Lisa menirukan percakapan Cinta dengan neneknya.
Cinta pun lalu diberikan uang oleh neneknya sebesar Rp 7 ribu. Setelah membeli paket internet, ia kemudian mendengarkan musik di handphone sambil menyantap gorengan.
"Setelah itu, Cinta bilang sama neneknya, Cinta mau ke belakang (rumah). Jadi neneknya berpikir pergi pulang, ternyata tidak ada. Jadi saya sudah pagi tahu, disuruh bangunin, tahu-tahu tidak ada Cinta (di kamar)," imbuhnya.
Lisa sendiri baru mengetahui anaknya tewas setelah diberitahu oleh temannya. Rabu (29/2/2025) pagi, warga dihebohkan dengan penemuan mayat dalam karung.
Ciri-ciri mengarah ke Cinta. Paling jelas adalah, tato di lengan kiri yang bertuliskan namanya "Cinta". Lisa terkejut mendengar kabar itu, di rumahnya, ia menanggis histeris.
Berita Terkait
-
Dibentak dan Diludahi: Motif Sakit Hati Ungkap Pembunuhan Mayat dalam Karung di Cikupa
-
Tewas usai Dicabuli, Jejak Pembunuh Mayat Bocah dalam Karung Terungkap Berkat Anjing Pelacak!
-
Aksi Keji Pembunuh Mayat Dalam Karung di Tangerang: Hantam Korban Pakai Shockbreaker
-
Tak Hanya Sakit Hati! Ada Motif Terselubung Pembunuh Mayat Dalam Karung di Tangerang
-
Bikin Merinding! Potret Pembunuh di Tangerang Bawa Mayat seperti Orang Abis Belanja
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah