SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), memperoleh dana hibah sebesar Rp 10,95 miliar dari pemerintah pusat untuk merehabilitasi tujuh infrastruktur jembatan dan irigasi yang terdampak akibat bencana erupsi Gunung Merapi.
Pejabat Sementara Bupati Agam, Endrizal, mengungkapkan bahwa bantuan ini bersumber dari Dana Siap Pakai (DSB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dikelola oleh BPBD Agam.
“Bantuan ini sangat penting untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana. Salah satu alokasi terbesar adalah untuk perbaikan darurat jembatan Madang satu dengan anggaran sebesar Rp3,4 miliar,” jelas Endrizal, Senin (14/10/2024).
Selain itu, perbaikan jembatan Kubu Sarunai juga akan mendapatkan alokasi yang sama, yakni Rp3,4 miliar, diikuti oleh perbaikan darurat Tabek Berawal dengan anggaran Rp1,8 miliar.
Rincian Penggunaan Dana Hibah
Perbaikan infrastruktur lainnya meliputi tanggul irigasi Banda Tambuo sebesar Rp500 juta, Banda Gadang Rp750 juta, serta tanggul irigasi Barusuang dan Pincuran Sunsang masing-masing Rp500 juta dan Rp600 juta.
Endrizal menambahkan bahwa saat ini sedang dilakukan percepatan penyelesaian dokumen perencanaan agar pekerjaan rehab dan rekonstruksi dapat dimulai pada awal November 2024.
Selain itu, bantuan untuk 258 unit rumah yang terdampak bencana banjir bandang dan lahar dingin Gunung Merapi juga sudah disetujui oleh BNPB.
Namun, bantuan ini belum bisa disalurkan karena masih menunggu penyelesaian dokumen petunjuk teknis dan data tambahan mengenai penerima bantuan.
Survei dan Pemetaan Lahan Terdampak
Dalam upaya penanganan dampak bencana, survei pemetaan lahan terdampak juga sudah dilakukan. Dari total lahan rusak seluas 103,471 hektare, 94,306 hektare mengalami kerusakan berat, sedangkan 9,165 hektare rusak ringan.
Pemerintah daerah berencana mengalokasikan dana melalui APBN 2024 untuk kegiatan optimalisasi lahan di beberapa kecamatan, termasuk Canduang, Ampek Angkek, Baso, Banuhampu, dan Sungai Pua.
“Dana untuk optimalisasi lahan sudah ada di Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, dan saat ini kita menunggu revisi petunjuk teknis serta MoU dengan TNI untuk pelaksanaan di lapangan,” pungkas Endrizal. (antara)
Berita Terkait
-
Gunung Marapi Kembali Erupsi
-
Caleg DPRD Kota Padang Pasang Foto Senyum dan Logo Parpol di Karangan Bunga Korban Marapi
-
Haru, Ibunda Siska Afrina Korban Erupsi Marapi Wakili Wisuda Sang Anak yang Telah Tiada
-
Rabu Pagi, Gunung Marapi Kembali Erupsi
-
Cerita Fadli Hadapi Hujan Batu, Korban Selamat Erupsi Gunung Marapi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Penguatan Good Corporate Governance di BUMN Dinilai Mampu Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas
-
Dengan QLola by BRI, Perusahaan Bisa Salurkan Gaji Karyawan Tanpa Harus Memproses Satu per Satu
-
Rp 1 Triliun per Tahun Putaran Uang Hasil Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Toko Emas Ikut Disorot
-
4 Makanan Bantu Turunkan Kolesterol Jahat Secara Alami
-
Masyarakat Diingatkan Akan Bahaya Pencampuran Jeroan-Daging untuk Kesehatan