SuaraSumbar.id - Jajaran Polres Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil mengungkapkan bahwa sejumlah objek wisata di wilayah tersebut kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba. Transaksi narkotika ini dilakukan baik oleh pelaku lokal maupun dari luar daerah.
Polres Pariaman menekankan pentingnya peran semua pihak untuk mempersempit ruang gerak para pelaku dalam menjalankan bisnis barang haram ini.
"Telah banyak kejadian di objek wisata Pariaman yang kami amankan sebagai lokasi transaksi narkoba. Transaksi terjadi baik pada siang maupun malam hari, tetapi paling sering dilakukan pada malam hari," ujar Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Darmawan, Jumat (4/10/2024).
Sepanjang Agustus 2024, Polres Pariaman telah menangkap dua pelaku yang menjadikan kawasan objek wisata sebagai tempat transaksi penjualan narkotika jenis sabu. Kedua pelaku tersebut adalah residivis dengan modus berpura-pura sebagai wisatawan untuk mengelabui petugas.
Salah satu pelaku, HS (38), yang berasal dari Kabupaten Agam, ditangkap di kawasan wisata Talao Pauh.
"Pelaku sempat membuang barang bukti ke dalam Talao sebelum kami berhasil menangkapnya," tambah Darmawan.
Saat penangkapan, polisi menemukan lima paket kecil sabu yang diduga akan dijual oleh pelaku. Sementara itu, pelaku lainnya, HY (35), warga asli Pariaman, juga tertangkap basah saat menjual narkoba di kawasan wisata.
HY diketahui baru bebas delapan bulan yang lalu setelah menjalani hukuman delapan tahun penjara atas kasus yang sama. Polisi berhasil menyita enam paket sabu ukuran sedang dan 21 paket sabu ukuran kecil dari pelaku.
Kasus-kasus ini menambah jumlah penyalahgunaan narkoba di Pariaman. Hingga September 2024, Polres Pariaman mencatat 37 kasus penyalahgunaan narkotika, naik dari 36 kasus pada tahun sebelumnya.
"Jumlah kasus kemungkinan akan terus meningkat hingga akhir tahun," kata Darmawan.
Pihak kepolisian berharap masyarakat setempat dan pemangku kepentingan terus mengawasi aktivitas yang mencurigakan di sekitar objek wisata dan melaporkannya kepada pihak berwenang untuk mempersempit ruang gerak pelaku transaksi narkoba. (antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kasat Lantas Solok Kota Dimutasi di Tengah Sorotan Rombongan Arteria Dahlan Foto di Sitinjau Lauik
-
Dinkes Pasaman Barat: Total 25 Orang Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 3 Masih Dirawat
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal