SuaraSumbar.id - Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Ratna Susianawati, menyoroti pentingnya edukasi seksual sejak dini sebagai langkah pencegahan dalam mengatasi meningkatnya kasus kekerasan seksual.
Menurutnya, edukasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum di masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ratna menegaskan, langkah ini harus diimbangi dengan pengawasan ketat serta sanksi hukum bagi pelaku kekerasan seksual.
"Edukasi seksual sejak dini adalah salah satu upaya utama untuk mencegah kekerasan seksual. Selain itu, peningkatan layanan dukungan psikologis dan perlindungan bagi korban juga sangat penting," ujar Ratna Susianawati, Jumat (13/9/2024).
Pernyataan ini disampaikan terkait dengan kasus kematian seorang gadis penjual gorengan di Padang Pariaman. Dia diduga dibunuh usai mengalami kekerasan seksual lantaran jenazah korban ditemukan terkubur tanpa busana.
Selain pentingnya edukasi, Ratna juga menekankan perlunya memperketat pengawasan dan penegakan sanksi hukum terhadap para pelaku kekerasan seksual. Hal ini diperlukan agar tercipta lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak. KPPPA mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya kasus kekerasan untuk segera melaporkan kejadian tersebut.
"Kami mengajak masyarakat yang mendengar atau melihat kasus kekerasan untuk melaporkannya ke UPTD PPA, penyedia layanan berbasis masyarakat, atau kepolisian. Ada juga hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 serta WhatsApp di nomor 08-111-129-129 yang siap menerima laporan," jelas Ratna.
Sebelumnya diberitakan, seorang gadis bernama Nia Kurnia Sari (18) ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan. Jasadnya terkubur tanpa pakaian di Korong Pasa Galombang, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.
Jenazah Nia ditemukan pada Minggu (8/9/2024) sekitar pukul 15.54 WIB, setelah sebelumnya dinyatakan hilang sejak Jumat (6/9/2024). Nia dikenal sehari-hari berjualan gorengan keliling di sekitar Korong Pasa Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman.
Menurut keterangan warga, Nia terakhir terlihat sekitar pukul 18.00 WIB saat masih berjualan. Namun hingga pukul 20.00 WIB, ia tak kunjung pulang ke rumah, membuat keluarga cemas dan mulai mencarinya. Setelah upaya pencarian pribadi tak membuahkan hasil, keluarganya akhirnya melapor ke polisi.
Berita Terkait
-
Sosok AKBP Fajar Widyadharma dan Jejak Kejahatannya, Eks Kapolres Ngada Tersangka Kasus Pedofilia dan Narkoba!
-
Kampus Tak Lagi Aman: Kekerasan Seksual Hingga Pembungkaman Kebebasan Akademik Meningkat
-
Banjir Tak Jadi Halangan, Penjual Gorengan Tetap Buka Hingga Diserbu Banyak Pelanggan
-
Kontroversi Makam Nia Kurnia Sari yang Dijadikan Lokasi Syuting, Rupanya Sosok Ini yang Beri Izin
-
Ayah Nia Kurnia Sari Sakit Hati Makam Anaknya Dijadikan Lokasi Syuting Video Klip: Hati Saya Terluka...
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!
-
Kronologi Nenek dan 2 Cucu Hilang di Pantai Tiku Agam hingga Ditemukan Seperti Ini
-
4 Tips Aman Berkendara Saat Arus Balik Lebaran 2025 dari Polda Sumbar
-
BRI Raih Penghargaan Best Social Loan di The Asset Triple A Awards 2025
-
2 Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Bukittinggi-Payakumbuh saat Lebaran