SuaraSumbar.id - Politisi Golkar, Erwin Aksa, dalam podcast Total Politik menyebut Anies Baswedan menyesal karena menyerang Prabowo di debat capres beberapa waktu lalu. Ia mengaku mendapatkan info tersebut dari orang terdekat Anies Baswedan.
"Saya dengar dari lingkungan yang ada di Mas Anies, nyesel katanya dengan personal attacking ke Pak Prabowo, nyesel," jelas Erwin Aksa, dikutip dari wartaekonomi.
Dalam debat perdana capres, Anies sempat membalas serangan Prabowo. Salah satunya soal putusan Mahkamah Konstitusi di mana meloloskan Gibran Rakabuming Raka yang belum genap 40 tahun, bisa menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Prabowo Subianto.
Menurut Erwin tak pantas Anies menyerang Prabowo seperti itu.
"Yang saya dengar Mas Anies menyesal. Tidak pantas dia ngomong begitu," jelas Erwin Aksa.
"Kesantunan kita masih kuat, saya dengar dia menyesal karena merasa tidak pantas," ucapnya menambahkan.
"Memang pada saat begitu (debat) kadang suka lupa dengan materi, dengan substansinya," tukas Erwin.
Dia juga serangan tersebut tidak menunjukan budaya ketimuran Indonesia.
Baca Juga: Arie Kriting Dianggap Buzzer 02: Tak Ada Publik Figur Dukung Anies Baswedan Secara Terbuka
Berita Terkait
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi