Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Selasa, 26 Desember 2023 | 15:36 WIB
Peserta HKSN Dinsos Sumbar mengunjungi Kampung Sasak di NTB. [Dok.Istimewa]

Ketua DPRD Sumbar, Supardi yang ikut mendampingi kegiatan melihat ini sebagai isu strategis. Menurutnya, Dinas Sosial Sumbar akan berperan besar apabila berhasil memadukan solidaritas di antara suku atau bangsa yang ada di Sumbar.

"Kita dianggap intoleran oleh sebuah survei. Namun, kita kan jawab lewat kegiatan. Saya sudah anggarkan pembuatan video di Dinsos bagaimana harmonisnya kehidupan antar suku di Sumatera Barat,” ujarnya.
Program itu akan digarap pada tahun 2024 lewat dana pokok pikiran dari Supardi. Untuk pembuatan video akan difokuskan pada kaum Tionghoa yang ada di Payakumbuh.

“Oh, tidak ada itu intoleran di Payakumbuh,” kata Asmadi. “Kami hidup berdampaingan sejak lama. Mereka selalu datang apabila kami mengadakan helat, begitu sebaliknya," katanya lagi.

Selain ke Kampung Ende, peserta juga diajak keliling Lombok. Selain tempat bersejarah, peserta juga diajak berkeliling ke Bendungan Batujai-Praya, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Gedis.

Load More