SuaraSumbar.id - Terlalu sering pakai topi dianggap bisa menyebabkan kebotakan. Namun, menurut seorang dermatologis dari UCLA, Dr. Hayley Goldbach, anggapan itu tidak valid.
Ia menyebut sebaliknya, bukan memakai topi yang menyebabkan botak, melainkan banyak orang yang memiliki masalah rambut menipis, yang justru memakai topi.
"Saya pikir, jawaban singkatnya adalah mengenakan topi mungkin bukan satu hal yang perlu dikhawatirkan," katanya dikutip Suarq.com dari Time, Selasa (19/7/2022).
Senada dengan Goldbach, seorang spesialis bedah plastik di bidang restorasi rambut, Dr. Michael Wolfeld, juga mengatakan bahwa kebotakan lebih kepada masalah genetik.
Kata Wolfeld, pola kebotakan pada laki-laki dan perempuan terkait dengan sensitivitas hormon yang disebut dihydrotestosterone (DHT) yang dapat memengaruhi kulit kepala maupun bagian tubuh lainnya.
Tapi Wolfred juga mengatakan bahwa penyebab kebotakan berasal dari banyak faktor. Misal, menguncir rambut dengan sangat ketat, yang dapat membuat ketegangan dan menarik folikel rambut.
"Kalau dilakukan selama bertahun-tahun, ketegangan itu dapat menyebabkan rambut rontok," kata Wolfield.
Dan Wolfied percaya banyak orang tidak mengenakan topi 'seketat' saat menguncir rambut.
Sementara itu, konsep 'ketat' juga sangat subjektif. Dari penggunaan topi, ketika topi membuat tanda di bagian dahi, hal tersebut sudah masuk kategori ketat dan baiknya topi harus dikendori lagi.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Pakai Topi Bisa Sebabkan Kebotakan?
"Saya pikir apabila seseorang mengenakan topi sangat ketat dalam periode yang sangat lama, setiap hari, berbulan-bulan atau bertahun-tahun, hal tersebut dapat merusak rambut," kata Wolfeld, yang pada akhirnya menyebabkan kebotakan.
Bahan yang digunakan pada topi seperti pewarna dan tekstil juga dapat memengaruhi.
Hal tersebut diutarakan Dr. Adam Friedman, seorang profesor dermatologi dari George Washington University.
"Jika topi menyebabkan reaksi alergi di kulit kepala, hal itu bisa menyebabkan rambut rontok karena peradangan," katanya
Tapi kata Friedman dan banyak ahli lainnya, mengenakan topi tidak memberikan faktor serius pada kasus kebotakan. "Secara umum topi tidak menyebabkan kebotakan," katanya.
Topi malah dapat melindungi kulit kepala dan bagian muka dari paparan sinal ultraviolet yang berlebihan, yang pada akhirnya, dapat menyebabkan kanker kulit. (Suara.com)
Berita Terkait
-
Dokter Ungkap Penyebab Kebotakan Area Depan yang Sering Dialami Laki-laki
-
Ingin Transplantasi Rambut, Bisakah Donor dari Sembarang Orang?
-
Dapat Memicu Kerontokan Rambut dan Menyebabkan Kebotakan, 4 Hal Ini Bisa Jadi Alasannya
-
Waspada Girls! 5 Produk Perawatan Rambut Ini Bisa Bikin Rambut Rontok dan Botak Loh
-
Jada Pinkett Smith Alopecia, Ini 4 Fakta Kebotakan Perempuan yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan