SuaraSumbar.id - Chands Donuts Coffee and Bakery hadir meramaikan pilihan 'lidah' masyarakat yang gemar makan donat sembari minum kopi.
Produk donut dari gagasan anak-anak muda ini pertama hadir di Sumbar. Chands Donuts perdana tersebut berada di Komplek NC Plaza di pusat Kota Solok.
Owner Chands Donuts, Nofi Chandra mengatakan, Chands Donut merupakan kolaborasi bersama anak muda kreatif Ideal_share. Menurutnya, produk ini lahir berawal dari diskusi dengan anak-anak muda Solok yang eksis di Kota Padang.
"Anak-anak muda kreatif itu telah melahirkan beragam usaha yang bisa meringankan beban orang tua. Dari perbincangan itulah saya tertarik untuk berkolaborasi," kata Nofi Candra saat meresmikan kehadiran Chands Donuts & Coffee, Jumat (18/3/2022) sore.
Anggota DPD RI periode 2014-2019 itu berharap, Chands Donuts & Coffe tidak sekadar ada di Solok, namun hendaknya kelak berkembang di seluruh wilayah Sumbar hingga provinsi lain.
"Usaha kreatif anak muda ini perlu terus kita dorong. Saya juga berharap ini akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak muda lainnya," katanya.
Selain menjual donat, tim anak-anak muda yang menggawangi Chands Donuts & Coffee juga kaan menghadirkan pelatihan barista untuk generasi muda di Solok. Semuanya bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu mengatakan, produk ini merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda untuk pertumbuhan ekonomi. Dia pun akan mengupayakan pemerintah daerah ikut mensupport segala ide kreatif generasi muda yang bermanfaat.
"Semua bisa terwujud begini berkat semangat dan kerja keras. Kami berharap masyarakat juga mencintai produk UMKM lokal, seperti Chands Donuts & Coffee ini," katanya yang menghadiri peresmian tersebut.
Baca Juga: Kejar Target Jokowi Belanja Produk UMKM Rp 400 Triliun, Surveyor Indonesia Genjot Sertifikasi TKDN
Pengelola Chands Donuts & Coffee, Fajri mengatakan, tahap awal ini, ada sekitar 20 varian rasa yang ditawarkan untuk pembeli. Harganya mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 6.000 per satuan donut.
"Kami yang mengonsep hingga mengelola dan pak Nofi investor tunggal yang juga menyediakan tempat," kata pria 27 tahun itu.
Dia berharap, Chands Donuts & Coffee ini berkembang dengan baik. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan bagi setiap masyarakat yang berminat membuka usaha Chands Donuts & Coffee di mana saja berada.
Peresmian usaha baru Chands Donuts & Coffee itu juga dihadiri ibunda Nofi Candra, Hj. Lifwarda, Ketua Persatuan Istril Legislatif (PIL) Kota Solok, Hana Citra. Selain itu, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan menyantuni puluhan anak panti asuhan.
Berita Terkait
-
Lewat Amazon, Produk UMKM RI Bakal Tembus AS Dan Eropa
-
Pameran Produk UMKM di Kantor Gubernur Sulsel Sambut Kedatangan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin
-
UGM Gelar Kurasi Produk UMKM untuk Ekspor ke Jepang
-
Kabar Baik Bagi Pengusaha Lokal, 40 Persen Produk UMKM Akan Masuk E-Katalog LKPP
-
Ayah Bejat Cabuli 2 Anak Tiri di Kota Solok, Setubuhi Korban Puluhan Kali Sejak 2018
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial
-
Persoalan Macet Padang-Bukittinggi Ada pada Sistem, Bukan Pilihan Proyek