Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 16 Maret 2022 | 19:53 WIB
Umat Islam Palestina berdoa di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Minggu (31/5). [AFP Photo]

Tak hanya menyamar Morris juga menjelaskan bahwa ia dan anggota organisasinya melakukan demonstrasi dan mempengaruhi parlemen serta media, dengan tujuan agar publik Israel terlibat dalam isu ini.

Moris dan organisasinya hanya segelintir bagian dari kaum Yahudi Israel yang dilaporkan menyusup ke Al-Aqsa untuk beribadah.

Tahun lalu The New York Times pernah membuat sebuah laporan bahwa pemerintah Israel diam-diam mengizinkan orang Yahudi untuk beribadah di kompleks AL-Aqsa.

Laporan itu juga menunjukan bahwa lebih dari 10.000 jamaah Yahudi beribadah di situs tersebut antara September dan November tahun lalu, meningkat 80 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga: Abu Janda Ragukan Soal Masjid Al-Aqsa, Haris Pertama: Tidak Paham Tentang Agama dan Sejarah Islam Diam Saja

Untuk menanggulangi maraknya kasus Yahudi Israel yang menyamar ini, dibentuk juga Mourabitoun, yaitu sebutan untuk sukarelawan Palestina yang ditempatkan di Masjid Al-Aqsa untuk melindungi masjid dari penyusup serta melaporkan jika ada aktivitas yang mencurigakan di sana.

Load More