SuaraSumbar.id - Sebanyak 24 orang dilaporkan tewas dalam bencana longsor di Ibu Kota Ekuador, Quito. Selain itu, 12 orang dinyatakan hilang.
Kabar tersebut disampaikan Wali Kota Santiago Guarderas pada Selasa (1/2/2022).
Tim penyelamat mencari korban di antara bangunan rumah dan jalan-jalan yang tertimbun lumpur setelah banjir terburuk dalam dua dekade terakhir melanda kota itu.
Hujan sangat deras pada Senin malam menyebabkan banjir di ngarai yang berada di dekat permukiman pekerja di La Gasca dan La Comuna.
Banjir itu membawa lumpur dan batu ke permukiman dan mempengaruhi aliran listrik.
Badan penanganan bencana Ekuador mengatakan 48 orang terluka dalam peristiwa itu.
"Kami melihat air sungai yang hitam pekat menyeret apa saja, kami harus memanjat dinding untuk menyelamatkan diri," kata warga bernama Alba Cotacachi, yang mengungsikan dua putri kecilnya dari rumah mereka.
"Kami tengah mencari mereka yang hilang," kata dia.
Rekaman video yang diperoleh Reuters memperlihatkan seorang pria berjuang membebaskan diri dari air berlumpur yang menyapu sebuah jalan perumahan. Beberapa saksi mengatakan pria tersebut terseret sementara warga lainnya berteriak minta tolong.
Baca Juga: Ditendang Kiper Ekuador, Striker Brasil Perlihatkan Luka Ngeri di Lehernya
Video lainnya menayangkan aliran air menyapu pepohonan, kendaraan, tempat sampah, dan bahkan tiang listrik, sementara sejumlah orang diselamatkan dari air lumpur oleh para tetangganya.
Pihak berwenang tidak mengesampingkan kemungkinan longsor susulan. Kantor wali kota telah mendirikan tempat-tempat penampungan bagi keluarga terdampak dan mulai membersihkan jalan-jalan di kota itu.
Ekuador menghadapi hujan deras di sejumlah wilayah, yang telah membuat sungai-sungai meluap dan berdampak pada rumah-rumah penduduk dan jalan-jalan.
Hujan di Quito pada Senin setara dengan 75 liter air per meter persegi, tertinggi selama hampir dua dekade terakhir. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Conmebol: Brasil vs Argentina Imbang, Chile Keok
-
Bentrok Di Penjara Ekuador Kembali Pecah, 68 Napi Tewas Mengenaskan
-
68 Narapidana Tewas Dalam Bentrok Berdarah Antar Kelompok Napi di Penjara Ini
-
Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Conmebol: Ekuador dan Chile Kompak Menang
-
Salju Gunung Api Tertinggi Di Ekuador Longsor, 3 Pendaki Tewas
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menuju 131 Tahun, BRI Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Rakyat dan Memajukan Negeri
-
BRI Dorong Investasi Asing Perkuat Industri & Ekonomi Indonesia Lewat Layanan Perbankan Terintegrasi
-
Diduga Rem Blong, Truk Semen Hilang Kendali di Jalan Lintas Solok-Padang hingga Tabrak Rumah Warga
-
10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak
-
Perampokan Bersenjata Api di Agam, Rp90 Juta Gagal Dibawa Kabur