Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Senin, 01 November 2021 | 19:29 WIB
CEK FAKTA Viral Video Penampakan Makam Nabi Muhammad SAW. (Turnbackhoax.id)

SuaraSumbar.id - Video sejumlah pria yang disebutkan berdoa di depan makam yang diklaim sebagai makam Nabi Muhammad SAW, viral di media sosial.

Video tersebut dibagikan oleh akun TikTok TuanGuruHaris atau @tuanguruharis. Akun ini membagikan video itu pada 21 Oktober 2021.

Dalam narasinya, akun ini menyebut sekumpulan pria dalam video itu sedang berdoa di depan makam Nabi Muhammad SAW.

“makam Rasulullah #viral #fyip #fyi #trending #HIT”

Baca Juga: CEK FAKTA: Viral Video Penampakan Makam Nabi Muhammad SAW, Benarkah?

Benarkah klaim tersebut?

Mengutip Suara.com, video sejumlah pria sedang berdoa di depan makam yang diklaim sebagai makam Nabi Muhammad SAW tidak benar.

Faktanya, makam dalam video tersebut bukan makam Rasulullah atau Nabi Muhammad SAW. Video itu sebenarnya memperlihatkan makam seorang ulama sufi, Syekh Abdul Qadir Al-Kilani di Baghdad, Irak.

Dilansir dari AFP, video yang identik dengan kualitas lebih baik dan durasi lebih panjang diunggah di kanal YouTube pada 18 Agustus 2021.

Judul video tersebut adalah “ ”, atau yang jika diterjemahkan dengan Google Terjemahan berarti: "Saksikan peresmian makam Sultan Wali dan Maha Mengetahui, tuan kita Al-Baz Al-Ashhab, Yang Mulia Sheikh Abdul Qadir Al-Kilani".

Baca Juga: Sebut Nabi Muhammad Sebagai Kader PMII Sejati, Pamflet Kajian Kampus di Madura Viral

Sebagai informasi, Abdul Qadir Al-Jilani adalah Syekh Sufi yang meninggal pada tahun 1166. Berdasarkan media Britannica, jenazahnya dimakamkan di ibu kota Irak, Baghdad.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka video sejumlah pria sedang berdoa di depan makam yang diklaim sebagai makam Nabi Muhammad SAW adalah hoaks.

Video dengan narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More