Riki Chandra
Jokowi saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa, di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 8 April 2021 / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

SuaraSumbar.id - Kabar reshuffle atau perombakan kabinet Joko Widodo - Maruf Amin semakin terang setelah peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin menilai, ada sejumlah menteri yang menurutnya layak diganti.

Ujang menyebut menteri yang mesti diganti Jokowi adalah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Menteri Koperasi, dan UKM (Menkop dan UKM) Teten Masduki, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dia menilai, deretan nama menteri tersebut dianggap tidak bisa menampilkan performa terbaiknya sebagai menteri.

Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Dua Jempol untuk Suporter Selama Piala Menpora 2021

"Yang kinerjanya dianggap memble," kata Ujang saat dihubungi Suara.com, Rabu (14/4/2021).

Ujang mencontohkan dengan sosok Erick Thohir yang menjabat sebagai Menteri BUMN sejak 23 Oktober 2019. Meski Erick disebut akan sulit digantikan, tetapi menurutnya harus ada orang baru yang dapat menyembuhkan penyakit di badan BUMN.

"Sulit diganti, tapi mestinya diganti. Karena BUMN banyak yang hancur terlilit utang," ujarnya.

Ujang juga menyinggung soal pos Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang kini dipimpin Nadiem Makarim. Ia berpendapat, pos Kemendikbud itu sejatinya dipimpin oleh sosok yang benar-benar memahami dunia pendidikan.

"Nadiem itu orang yang hebat. Hebat di per-Gojekan. Tapi dianggap enggak beres dalam mengurus pendidikan. Makanya kebijakan-kebijakannya banyak yang kontroversial," katanya. (Suara.com)

Baca Juga: Wantimpres Sebut Jokowi Belum Minta Pertimbangan Soal Tunjuk Menteri Baru

Komentar