Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Selasa, 09 Februari 2021 | 08:29 WIB
Muhammad Mutawalli bersama Edanur Yildiz. [Dok.@muhammad_mutawally_asshidiqiy]

"Masha Allah tabarokallah Hayatim @eseseda98," tulis @muhammad_mutawally_asshidiqiy memulai kata di IG-nya.

Mutawalli menceritakan berbagai kisah tak terduga jelang terbang ke Turki. Sehari jelang keberangkatan, dia dinyatakan positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi selama 10 hari.

"Selesai isolasi malah ATM ditelan mesinnya sewaktu mau bayar penginapan (27 January 2021). 5 hari sebelum keberangkatan sesuai dengan tiket yang sudah aku reschedule yaitu 1 February 2021 dan dapat info salah dari pihak AP yang mengatakan hasil PCR test harus 2 hari sebelum keberangkatan, padahal pas di tanya langsung ke bandara malah mereka bilang 1 hari sebelum keberangkatan," katanya.

"Uang habis bolak balik bandara karena info yg salah, dan pas pengambilan hasil PCR test 1 February, malah pihak sana malah mengatakan positive covid-19 lagi, karena mereka salah mengeluarkan hasilnya, hasil yang tanggal 17 January di keluarkan lagi pada tanggal 1 February, padahal itu beberapa jam sebelum keberangkatan, dan pas sudah dapat hasil yang benar Alhamdulillah aku negative covid-19," sambungnya.

Baca Juga: Penuh Perjuangan, Kisah Pemuda Jambi Mempersunting Gadis Turki

"Pas di bandara di introgasi pihak imigrasi karena pertama kali ke luar negeri sendiri. Tapi Alhamdulillah meskipun berjalan dengan banyak drama dan ujian, Alhamdulillah pada akhirnya niat baik itu terwujud dan aku bahagia di terima dengan hangat di keluarga yang baik ini, Alhamdulillah," tulisnya.

Load More